"Bersikap Baik dan Bijak"بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Di suatu sore, nampak Pertapa Muda bermeditasi di bawah pohon di tepi Sungai. Saat konsentrasi, tiba-tiba perhatiannya terpecah kala terdengar gemericik udara yang tidak beraturan.
Perlahan Ia membuka mata & melihat ke sumber suara.
Ternyata, ada permainan Kepiting yang berusaha keras tuk raih tepian sungai agar tak hanyut oleh derasnya ...
Melihat itu, menyanyikan Pertapa diterima iba, Ia'pun segera ulurkan tangan ke arah Kepiting.
Dengan SIGAP si Kepiting menjepit jari si Pertapa muda.
Meski jarinya terluka, pulih SENANG karna bisa menyelamatkan si Kepiting.
Kemudian, Dia melanjutkankan Pertapaannya. Namun saat Ia mulai bermeditasi, terdengar lagi suara yang sama dari tepi sungai.
Ternyata si Kepiting terpeleset kembali, dengan CEPAT si Pertapa kembali ulurkan tangan & biarkan jarinya di capit kembali.
Kejadian itu berulang, buat tangan si Pertapa Bengkak & membiru.
Ternyata ada seorang Kakek yang memperhatikan peristiwa itu, lalu Beliaupun membantah menyanyikan Pertapa.
"Anak muda, Perbuatanmu adalah cerminan HATIMU yang baik. Tapi, apakah kamu bisa berbicara dengan Kapten yang melukai tanganmu?" Ujar si Kakek.
"Kakek, biarlah tanganku terluka asal si Kepiting Selamat, karna hanya dengan mencapitlah berhasil tuk selamat datang" Jawab si Pertapa
Kemudian sang Kakek memungut nyanyi sebatang ranting. Ia lantas berujar ranting itu ke Arah Kepiting yang terlihat kembali melawan arus. Si Kepitingpun mendukung ranting itu dengan capitnya.
"Lihatlah Pemuda, Melatih Sikap Belas Kasih itu memang BAIK, tetapi harus BIJAK. Jika tujuan Kita baik, tuk MENOLONG, mengapa Harus mengorbankankan Diri Sendiri, Banyak Hal lain yang bisa diuntungkankan, kan?" Imbuh si Kakek.
Akhirnya si Pemudapun sadar.
"Terima kasih Kek atas segala Ilmu yang Berharga ini"
Berbuat Baik itu adalah PERBUATAN MULIA. Namun CARANYAPUN harus Baik & BIJAK.
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar